and yes, sometimes when you are crying and cursing life for what it has done to you -

you just need someone to say it right in front of your face

.

Life is a bitch – deal with it.

.

And eventhough I know you’d like to punch that one particular person on his/her face – I know, as you also do, that it is the truth and that is the main reason why you hate it so much.

Truth could be scary at times and some people just hate it. That’s why people are whispering – or worse – they did not say anything at all. Because they’re all afraid if they say it, it would feel more like the truth. it would become real.

.

and just for your information

we do not like things being real

because we are imaginary..

Ah.. I’ve always been a romantic person inside.. I enjoy sunshine – sound of the raindrops – wave singing

and today is just one of those beautiful days.. You know, the sun is shining (28”C) – the wind is blowing – and I’m going to enjoy Mr. Mraz company on stage at Westergasfabriek – Cultuurpark Amsterdam.

What a day..

I’d only wish that he is here with me… it would’ve complete my life..

After OASIS, I finally got another chance to visit concerts and this time – for free! (twice!!)

The first concert was from the Killers at Heineken Music Hall. It was actually scheduled on 12th March 2009 but being postponed due to bomb threat in Amsterdam. My friend, Iciel – who is a big fan of the band – gave me one ticket as a birthday gift. So, exactly one day before my birthday, I went to see the Killers with her and it was actually nice.

Killers1

I never been a big fan of the Killers, in fact, I only know some songs from the first two albums. I only listened to their albums couple weeks before the concert to know their music better and so I don’t get lost during the concert. Lucky me, their performance was really really nice an so does my mood. I even jumping around and was really happy during the concert – so I have to say thank you to Iciel for the perfect birthday gift. Music has always been the perfect thing to cheer me up.

Killers2Killers4

(this picture of the guitarist – reminded me of someone..)

Killers5

Killers3

The second concert was Phoenix, French-indie band, according to Bacum they are going to Indonesia in August 2009. Worst than my knowledge of the Killers songs, I know nothing about this Band. They performed at Trouw, new venue in Amsterdam (Wibaustraat, very near by the metro station). Bacum gave his extra ticket for me – it reserved for Chakee actually but she suddenly decided not to go and there I was. Few hours before concert, I was at the airport – having my hair cut and drinking coffee.

phoenix1

Phoenix was also very nice, they dont speak too much on stage – maybe because the language but I’m not sure, hehe, and there are some people who sucks (including the girl standing beside me) but overall the concert was great, nice songs (now I got them on my computer and iPod) and cute bassist. hihihi.  The ticket itself was sold out, trouw was filled with fans – and I need to stand on verwarming (heater) to get pictures and videos. The venue used to be a newspaper’s office and did not get renovated so much (in a good way).  And one most important thing from Phoenix… the DRUMMER is CRAZY! It gave us the feeling like there is no tomorrow..  damn, the drummer got the skills.

phoenix2

phoenix3

phoenix4

(and again.. guitarist who reminded me of someone)

phoenix5

ahh.. It was fun to see two free concerts.. next is Jason Mraz and Joss Stone – and hopefully B.B.King :)

I never been a big fan of Dutch songs – sometimes they just have this weird taste of everything and I could not get use to it. Well, last night – a friend of mine, Reza, told me to open youtube and check on this artist (group) Flinke Namen. I was not really into Dutch video clip (trust me, I have a good reason why) but apparently – if you watch closely, @minute 3:00 – they wear one of the T-Shirt collection from Reez Streetwear.

I am happy that Reza is so happy about it – and also thanks to all of friends of Reez Streetwear who are really supportive and excited about this, appreciate it guys!!!

*ps. Als Zij Langs Loopt means If she runs along – more or less.

7926 24623 34874267924

Sebegitu besarnya obsesiku padanya dulu. Sampai urutan angka-angka itu selalu merekat di kepala, begitu mudah mengalir tanpa ragu. Dimulai dari sebuah persahabatan yang lugu, beranjak ke gejolak dalam perut ketika dia melewati lapangan basket sekolah dan tersenyum samar sambil melambaikan tangan ke jendela kelasku.

Bagiku, dia mempesona. Lengkap dengan semua keunikannya, lengkap dengan semua gesture-gesture kecil yang sampai hari ini masih melekat di hati. Terbayang lagi kini, pertama kalinya ia meraih tanganku – pertama kalinya ia membelai rambutku perlahan – pertama kalinya ia mencium kening, mata, hidung, pipi, telinga, bibir, leher, dada. Turun terus sampai perut dan berhenti di sana. Berhenti di sana.

Tiga tahun berikutnya kami lewati mengenakan putih abu-abu, aku tau dia sadar aku merasakan sesuatu tapi dia yang memilih diam. Berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa. Berpura-pura hati ini ga pernah ngerasain apa-apa. Perih juga hatiku lama-lama dibiarkan tenggelam dalam obsesi. Tiga tahun aku hanya bisa melihatnya berlalu lalang melalui jendela kelasku, lagi-lagi hanya senyum samar yang kutangkap dari semua sikapnya.

Kuputuskan sebuah surat mungkin  menjadi jawaban. Jawaban atas pertanyaan besar “Kenapa?” – aku masih ngga pernah ngerti, kenapa persahabatan dan semua perasaan yang ada harus menghilang begitu saja tanpa sepatah katapun penjelasan. Jawabannya sederhana, ia menulis disana. Setidaknya, walau perasaan tetap tak berbalas – sejak hari ia mengembalikan surat itu, kami mulai lagi saling menyapa.

Obsesiku ini tidak wajar. Satu sekolah tau dan tertawa di belakang punggung, membiarkanku berharap sampai merasa lelah sendiri tapi lelah itu tak kunjung tiba. Pun hingga aku sudah melanglang-buana ke negara-negara seberang samudra.

Perasaan itu masih ada. Obsesi.

Tinggi dan bermain musik, aku selalu mencari. Sejak obsesi yang terkoyak aku mencari yang lebih spesifik, tinggi – berkacamata – suka bermain musik dan memegang alat musik bass. Sekarang dia bukan bassist memang, tapi pertama kali perasaan itu ada, dia bukan pula penggebuk drum. Aku menghormati kenangan yang ada, perlahan kucoba menghapus semua pengharapan. Bahkan nama kami tidak jauh berbeda. Takdir yang membawa kami ke garis yang berbeda.

Hampir dua tahun tidak berjumpa. Tak pernah ada kabar berita. Sampai sebuah dering telepon mengejutkan. Itu suaranya. Aku yakin walau tidak ada nomor yang muncul di layar motorollaku. Itu dia. Dia.

Obsesiku masih sama. Pada dasarnya aku percaya ia merasakan hal yang sama dan percaya bahwa dulu mungkin ia yang menghindar tapi sekarang aku yang terbatasi. Ia suka bermain api. Aku suka pria yang bermain dengan api.

Hampir dua tahun tidak berjumpa. Setelah entah berapa pesan singkat dan telepon yang kuterima. Saatnya untuk tatap mata. Aku gugup. Merasa bahwa apapun itu yang dulu menghalangi aku dan dia, sudah hilang. Tapi tetap aku kurang sempurna baginya. Aku kurang.

Pelukan. Itu yang kudapat. Pelukan sehangat pelukan pertama kami. Senyum sehangat senyumnya dulu setelah melayangkan beribu cium.

Lalu api. Itu yang kurasakan. Panas. Dimulailah lagi – ciuman di kening, hidung, mata, pipi, telinga, bibir, leher, dada, turun sampai ke perut. Kali ini tidak berhenti di sana. Tidak berhenti sama sekali.

Tangan terkait tangan, jari mengunci.

Aku menikmati api dari obsesiku selama ini. Tapi tidak lebih. Aku hanya ingin kembali bertemu seseorang yang menungguku di seberang samudera sana.

Ketika deru nafas berhenti, obsesiku hilang begitu saja.

Obsesiku berhenti, ketika aku membalas ciumannya – kening, mata, hidung, pipi, telinga, bibir, leher, dada, perut.. dan berhenti di sana.

Obsesiku berhenti di sana.

Kupu-kupu di perut kembali bergejolak, berterbangan kesana kemari. Perasaan itu muncul lagi, aku tau. Tapi itu bukan perutku. Pun itu bukan perasaanku. Juga bukan obsesiku.

Karena obsesinya dimulai di sana.

On my last visit to Indonesia, as usual I went to Gramedia and bought like almost every book possible. One of them is “L” – a novel – by Kristy Nelwan. The story from the book then became a joke between me and my best friend, Upil (I gave her the book because she likes it a lot). Why? Because I went out with so many guy (and you will not believe the numbers) and Upil asked me to make a list as Ava Torino (main character from the book) did. Since most of the guys started with the same alphabet, Upil gave me the idea to make a different list. I need to make a list of men I dated based on something else (because if I did follow Ava Torino then I will need to date more men and it will be uhm.. more than just 26 in total – which will make me feel happy of course but not sure what people are going to say about this).

Anyway.. sometimes we (me and Upil) still talked about the list and I still do keep my list inside my agenda.

So – couple weeks ago I joined Radio PPI Dunia, a web/streaming radio with Indonesian students around the globe participating as the announcer – helping here and there. I am very very happy that I found a place where I can bust my butt off (you guys know that 24/7 I do almost nothing here hehe). Here is an interesting fact, there are some students who also come from Bandung – my home town – and some of them are experienced announcer/dj back in Indonesia.

Guess what.. Kristy Nelwan is one of the representative from UK (Leeds).

I’ve heard from my friends that her CV is incredibly attractive and all – also my housemate told me that “Kristy Nelwan” is a writer but it did not ring a bell AT ALL. I even talked with her a couple times and teased her about the video I found in youtube (HAHAHAHAHAHAHA) but honestly.. I DID NOT NOTICE THAT ACTUALLY I AM ONE OF HER FANS!

Now I am going to be nervous the next time I talk with her again. Gosh! What a lousy fans I am!!!!

and it came to the point where I thought that may be this is it..

we can finally stop and breath

but I was wrong

I was wrong

Radio PPI Dunia diluncurkan pada hari Senin, 18 Mei 2009 pukul 00.00 WIB. Sebelumnya, radio ini telah melakukan uji coba siaran sejak 26 April 2009. Peluncuran Radio PPI dunia ditandai dengan siaran berantai dari Mesir, Belanda, Jerman, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Radio ini akan menemani pendengar setianya di seluruh dunia dengan siaran 24 jam.

Radio PPI Dunia digagas oleh Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di seluruh dunia. Kelahiran radio ini diinisiasi momen Simposium Internasional di Den Haag, Belanda. Hingga saat ini, sebanyak 10 PPI di seluruh dunia terlibat di radio ini.

Radio PPI Dunia merupakan radio online atau streaming yang disiarkan lewat internet dan bisa didengarkan melalui situs http://www.radioppidunia.com Pendengar juga dapat berkomunikasi dengan penyiar serta berkirim salam dan lagu melalui pesan singkat Yahoo Messenger: radioppidunia@ yahoo.com

Format radio online dipilih karena radio dengan konsep tersebut memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan media massa lainnya. Teknologi internet yang bersifat tidak terbatas memungkinkan kami, para pelajar Indonesia yang terpisah dan tersebar di berbagai negara untuk berkolaborasi dan siaran bersama. Meski kami tidak bertemu secara fisik rasa kedekatan dan persaudaran itu tumbuh serta menjadi sebuah komunikasi tanpa batas.

Fasilitas internet memungkinkan komunikasi dan interaksi yang lintas batas sehingga radio ini bisa menjangkau khalayak yang sangat luas dan dapat diakses dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Kami berharap radio ini bisa menjadi media komunikasi, interaksi, informasi, dan silaturahmi pelajar dan masyarakat Indonesia di seluruh dunia.

Warna-warni

Variasi warna di dalam radio ini telah terbukti dengan bersatunya 45 penyiar di bawah naungan satu radio bersama Radio PPI Dunia. Penyiar Radio PPI Dunia adalah pelajar atau mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani studi di berbagai negara dengan karakter dan ciri khas mereka masing-masing.

Perbedaan latar belakang dan kemajemukan penyiar adalah gambaran dari Bhineka Tunggal Ika. Latar belakang pendidikan mereka pun beragam. Ada yang belajar di program S1, S2, bahkan S3. Radio PPI Dunia merupakan simbol istimewa karya anak bangsa yang tidak ternilai dimana rasa persatuan dan cinta terhadap bangsa terbangun dan tumbuh melalui suara pemuda Indonesia di seluruh dunia.

Sebagai radio yang digawangi oleh para pelajar, program Radio PPI Dunia ini mempunyai keunikan tersendiri. Selain menjadi media silaturahmi, radio ini juga menjadi media tukar informasi dan pengetahuan. Apalagi karena sumber daya radio ini adalah para pelajar Indonesia yang terdidik di luar negeri. Mereka bisa saling menularkan ilmu, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan lewat radio ini. Radio ini diharapkan bisa menjadi ruang publik untuk melihat, mengkaji, mendiskusikan, dan mencari masukan untuk Indonesia yang lebih baik.

Sebagai media komunikasi massa yang mengusung konsep citizen broadcasting, radio ini berperan sebagai media informasi lewat sajian informasi, berita, feature, dan dinamika yang terjadi di Indonesia dan dunia. Sebagai media edukasi radio ini menyakinkan materi yang bersifat mendidik, seperti membahas penemuan-penemuan terbaru di bidang iptek. Sebagai media hiburan, radio ini akan menghibur sobat PPI Dunia dengan program sajian salam dan lagu. Tak lupa, radio ini menjadi media kontrol sosial dengan menyampaikan informasi dan kritik sosial ala pelajar dan mahasiswa.

Untuk mewujudkan peran tersebut, Radio PPI Dunia menyajikan tiga program pokok. Pertama, informasi atau paket paket berita. Kedua, perbincangan atau talkshow. Ketiga, program musik yang berupa salam dan lagu, tangga lagu, atau sajian musik bertema tertentu. Program tersebut diramu dan menjadi sesuatu yang murni dari hasil anak negeri persembahan bagi negeri.

Di sela-sela tugas utama mereka sebagai pelajar, mereka telah merintis media komunikasi yang interaktif dan lintas batas. Radio PPI Dunia ini menjadi bukti cinta mereka kepada Indonesia. Mari berkarya anak bangsa bangun negeri tercinta! Salam radio!

Radio PPI Dunia, Suara Anak Bangsa – Satu cinta, Satu Indonesia!

I just want to tell you nothing
You dont want to hear
All I want is for you to say
Why dont you just take me
Where Ive never been before
I know you want to hear me
Catch my breath
I love you till the end

make your way to the top..

what’s wrong with falling down? you can always stand up again.

P1010732

let’s do make our way to the top..